Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Belajar IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar IPS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Oktober 2013

Peranan Pers Dalam Menumbuhkan Nasionalisme Indonesia

Peranan Pers Dalam Menumbuhkan Nasionalisme Indonesia
Pada kesempatan kali ini Blogspot ID akan share artikel tentang Be Perlajar IPS. Semoga dengan menambahkan label ini akan ada manfaatnya walaupun sedikit, dan bisa sedikit membantu kalian semua dalam proses pembelajaran. Blogspot ID akan share artikel yang berjudul Peranan Pers Dalam Menumbuhkan Nasionalisme Indonesia. Silahkan berikan  komentar jika ada yang tidak di pahami. Langsung saja lihat materinya dibawah ini :

Peranan Pers Dalam Menumbuhkan Nasionalisme Indonesia Dan Terbentuknya Identitas Kebangsaan Indonesia

Peranan dan kontribusi pers nasional sangat penting dan menentukan dalam menumbuhkan identitas kebangsaaan Indonesia ?

Pada masa pergerakan nasional, pers (surat kabar dan majalah) merupakan media informasi dan komunikasi yang sangat penting dan efektif. Pada mulanya, surat kabar, dan majalah digunakan oleh orang-orang Belanda dan Cina. Tujuan penerbitannya pun terbatas untuk kepentingan mereka. Waktu itu kebebasan pers dibatasi oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Sekalipun demikian, di kalangan pers Melayu-Cina sudah mulai ada berita-berita yang bersifat politik. Cita-cita pergerakan nasional Cina diawali oleh Dr. Sun Yat Sen, misalnya telah banyak diketahui golongan terpelajar Indonesia.

Surat kabar berbahasa Melayu yang terbit di Sumatera, di antaranya Sinar Soematra, Tjahaya Soematra, Pemberita Atjeh, dan Pertja Barat. Surat kabar yang terbit di Pulau Jawa, antara lain Bromantani, Pewarta Hindia, Bintang Pagi, Sinar Djawa, Terompet Melajoe, dan Putra Hindia. Surat kabar yang terbit di Kalimantan yaitu Pewerta Menado.

Timbulnya kesadaran dan identitas kebangsaan Indonesia ditandai oleh didirikannya organisasi kebangsaan, seperti Budi Utomo, Serikat Islam, Indische Partji, PNI, dan sebagainya. Organisasi-organisasi kebangsaan masing-masing memiliki surat kabar sendiri. Kaum terpelajar dan majalah telah mendidik dan menyadarkan semnagat kebangsaan Indonesia. Organisasi-organisasi kebangsaan yang memiliki surat kabar antara lain :

  1. Budi Utomo menerbitkan surat kabar Darmo Kando.
  2. Serikat Islam menerbitkan surat kabar Oetoesan Hindia.
  3. Perhimpulan Indonesia menerbitkan surat kabar Indonesia Merdeka.
  4. Indiche Partji menerbitkan surat kabar Het Tijschift dan de Expres.
Melalui media pers tokoh-tokoh kaum pergerakan bangsa nasional dapat saling berkomunikasi, aspirasi rakyat Indonesia terus bergelora. Jelaskan peranan dan kontribusi pers pada masa pergerakan nasional sangat menentukan bagi terbentuknaya identitas kebangsaan Indonesia. Pada waktu itu, pers telah tampil sebagai alat perjuangan dalam merintis kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia.

Sekian artikel mengenai Peranan Pers Dalam Menumbuhkan Nasionalisme Indonesia. Kurang lebihnya mohon maaf.
Semoga Bermanfaat...

Gagasan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia

Gagasan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia
Pada kesempatan kali ini Blogspot ID akan share artikel tentang Belajar IPS. Semoga dengan menambahkan label ini akan ada manfaatnya walaupun sedikit, dan bisa sedikit membantu kalian semua dalam proses pembelajaran. Blogspot ID akan share artikel yang berjudul Gagasan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia. Silahkan berikan  komentar jika ada yang tidak di pahami. Langsung saja lihat materinya dibawah ini :

Gagasan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Serta Terbentuknya Identitas Kebangsaan Indonesia

Identitas kebangsaan Indonesia mulai terbentuk sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Identitas kebangsaan Indonesia tersebut menjadi semakin nyata sejak masa pergerakan nasional dan diikrarkan melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1945 serta di proklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Timbulnya kesadaran nasional bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan tidak dapat dilepaskan dari peranan golongan terpelajar, kaum profesional, dan pers nasional. Berkat adanya kontribusi dan peranan mereka inilah, maka identitas kebangsaan Indonesia dapat diwujudkan secara nyata.

Peranan dan kontribusi golongan terpelajar dan profesional dalam menumbuhkan kembangkan semangat nasional dan terbentuknya identitas kebangsaan Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Dengan cara mempelopori kebangkitan nasional Indonesia dengan mendirikan organisasi kebangsaan, seperti Budi Utomo, Serikat Islam, Indische Partji, PNI, dan sebagainya.
  2. Menumbuhkan semangat nasionalisme dan terbentuknya identitas kebangsaan Indonesia melalui persatuan media massa.
  3. Menyadarkan bangsa Indonesia melalui lembagan pendidikan seperti taman Siswa, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Pondok Pesantren, dan sebagainya.
  4. Menumbuhkan semangat nasionalisme dan identitas kebangsaan melalui Sumpah pemuda 28 Oktober 1928.
  5. Menempatkan wakil-wakil rakyat bangsa Indonesia untuk duduk dalam dewan rakyat.

Tebentuknya Identitas Kebangsaan Indonesia


1. Bentuk konstribusi Perjungan dari Masa Kebangkitan Nasional
Sejak pertengahan kedua abad ke-19 di Indonesia mulai diselenggarakan system pendidikan klasikal dalm bentuk sekolah. Dengan Berkembangnya pendidikan dikalangan rakyat, maka timbulah golongan terpelajar. Mereka memperoleh pengetahuan, terutama nasionalisme, liberalisme dan demokrasi.

Semangat kebangsaan merupakan menifestasi dari semangat atau kesadaran bernegara. Nasionalisme di jaman penjajahan akhirnya mempunyai cirri khusus, yaitu anti penjajahan, anti Belanda yang sedang berkuasa. Nasionalisme itu sangat bergantung pada cara berfikir dari para nasionalisnya. Cara berfikir nasional adalah sikap seseorang terhadap kesadaran bernegara, mengutamakan kepentingan kehidupan nasional, tidak mungkin mementingkan kepentingan pribadi atau golongannya.

2. Proses perkembangan Masyarakat Indonesia sejak Kebangkitan Nasional
Kebangkitan nasional yang muncul di awal-awal abad ke-20 merupakan manifestasi dari kesadarann nasional yang telah tumbuh sebelumnya. Timbulnya pergerakan nasional disebabkan tersebarnya paham-paham baru, Perang Dunia I (1914-1918) dan II (1939-1945). Abad ke-20 merupakan abad kebangkitan bangsa-bangsa Asia dan Afrika menentang segala bentuk penjajahan dan penindasan. Gerakan Dr. Sun Yat-sen dengan San Min Chu (1911) memberi semangat kepada kaum terpelajar Indonesia untuk bangkit bergerak berjuang menentukan nasib sendiri bangsanya dengan kemampuan dan kekuatan sendiri membentuk satu negara Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

Tujuan Perjuangan pergerakan nasional mereka adalah sama, yaitu mencapai negara merdeka dan berdaulat tanpa campur tangan pihak lain manapun. Kmajuan pendidikan, kecerdasan nasional, pertumbuhan pertambangan modern, perkembangan ekonomi perusahaan, perkebunan, pertambangan, kelautan dan kehutanan memnciptakan masyarakat baru di Indonesia padda awal kebangkitan nasional. Pelaksanaan pergerakan nasional pada waktu itu berada di tangan golongan terpelajar kota. Sepaerti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogya, Semarang dll.
Sekian artikel mengenai Gagasan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia. Kurang lebihnya mohon maaf.
Semoga Bermanfaat...